Bagaimana Mengendalikan Cinta?
Siapa bilang cinta tak bisa dikendalikan? Bisa, Brur! Malah
kalo tahu aturan mainnya enjoy saja, tuh. Barangkali yang merasa sulit
mengendalikan cinta karena memang terlalu memanjakan hawa nafsunya. Bener kan?
Aduh, bila yang terjadi demikian, berarti memang rada-rada sulit untuk bisa
mengendalikan. Ibarat kamu lagi sakit, tapi tak berusaha untuk menyembuhkannya.
Pantangan malah diterjang, ya, gawat. Gimana mau sembuh?
Memang betul, bila hati tengah dilanda cinta, serasa dunia
milik sendiri dan cuma ingin membaginya kepada seseorang yang selalu ada di
hati. Kemana saja dan di mana saja selalu ingat si dia (tapi hati-hati, jangan
sampai lihat ’saudara-saudaranya’ di kebun binatang jadi ingat si dia juga).
Malah tak jarang yang akhirnya harus menderita karena cinta pula.
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya yang berjudul
“Raudhah Al Muhibbin wa Nuzhah Al Musytaqin” alias “Taman Orang-orang Jatuh
Cinta dan Memendam Rindu” mengutip sebuah kisah tentang ‘kuatnya’ cinta yang
mampu membuat pelakunya tetap mencintai meski kekasihnya sudah di alam kubur.
Heboh juga, ya? Atau kisah kasih Romeo and Juliet karya William Shakespeare
yang evergreen alias selalu fresh. Sampai-sampai ada parodinya, Rojali dan Juleha,
film Indonesia yang dibuat tahun 70-an dan dibintangi Benyamin S., Nanu
“Warkop”, dan Ida Royani. Bukan hanya itu, Chris Klein, Leelee Sobieski, dan
Josh Hartnett ikut menghangatkan film remaja paling anyar, Here on Earth pun
bikin remaja dibuai dengan percintaan. Itulah fakta bahwa cinta memang bikin
hidup lebih hidup (sori, nggak bermaksud nyontek pameo Losta Masta!)



